Home » Pemerintahan » Nilai Tukar Petani

NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN JOMBANG RENTANG TAHUN 2017-2018


1.    Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Jombang
Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis harga-harga pedesaan di 21 kecamatan di kabupaten Jombang pada tahun 2018, NTP kabupaten Jombang naik sebesar 0,07 persen dibandingkan pada tahun 2017, yaitu dari 113,92 menjadi 113,99. Kenaikan NTP pada tahun 2018 disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian atau indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan lebih besar dari pada kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.Selain itu kenaikan nilai tukar petani kabupaten Jombang juga dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada masing-masing sub-sektor.

Adapun nili tukar petani, indeks harga yang diterima petani serta indeks harga yang dibayar petani kabupaten Jombang dapat dilihat secara rinci pada table 5.1.
Tabel 1
Nilai Tukar Petani, Indeks Harga  Yang Diterima Petani dan
Indeks Harga Yang Dibayar Petani
Serta Persentase Perubahannya (2012=100)
No Uraian Tahun Perubahan (%)
2017 2018
Gabungan/Kabupaten      
1 Nilai Tukar Petani (NTP) 113,92 113,99 0,07
2 Indeks Harga Yang Diterima Petani (It) 117,91 119,91 2,00
3 Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib) 103,50 105,20 1,70
 
  1. Konsumsi Rumah Tangga
104,78 106,94 2,16
  1. Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM)
103,20 104,60 1,40
Sumber : Analisis Data Primer


2.    Indeks Harga Yang Diterima Petani (It)
Pada Tahun 2018 indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 2,00 persen dibanding pada tahun 2017, yakni dari 117,91 menjadi 119,91. Kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) pada tahun 2018 disebabkan naiknya indeks harga pada sub-sektor tanaman pangan sebesar 0,04 persen, sub-sektor tanaman hortikultura sebesar 0,05 persen, sub-sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,02 persen, sub-sektor peternakan naik sebesar 0,13 persen, perikanan naik sebesar 0,39 persen.

Adapun data kenaikan indeks harga di masing-masing sub-sektor dapat dilihat secara rinci pada tabel 2.
Tabel 2
Nilai Tukar Petani Per Sub-Sektor
Serta Persentase Perubahannya (2012=100)
No Sub-Sektor NTP Kenaikan (%)
2017 2018
Gabungan/Kabupaten      
1 Tanaman Pangan 115,22 115,26 0,04
2 Tanaman Hortikultura 113,18 113,23 0,05
3 Tanaman Perkebunan Rakyat 114,73 114,75 0,02
4 Peternakan 114,02 114,15 0,13
5 Perikanan 112,48 112,87 0,39
    Sumber : Analisis Data Primer


3.    Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib)
Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat pedesaan, serta fluktuasi barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada tahun 2018 secara umum indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 1,70 persen dibanding Indeks harga yang dibayar petani pada tahun 2017, yaitu dari 103,50 menjadi 105,20 pada tahun 2018.Kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) tersebut disebabkan kenaikan indeks harga  pada konsumsi rumah tangga sebesar 2,16 persen dan biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 1,40 persen.

4.    Nilai Tukar Petani Menurut Sub-Sektor.
4.1. Nilai Tukar Petani (NTP) Tanaman Pangan.
Pada tahun 2018 terjadi kenaikan nilai tukar petani pada sub-sektor tanaman pangan bila dibandingkan pada tahun 2017, yakni sebesar 0,04 persen. Hal ini terjadi karena baik indeks harga yang diterima petani (It) dan Indeks harga yang dibayar petani (Ib) sama-sama mengalai kenaikan. Indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 2,83 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 2,41 persen.
 
Tabel 3.
Nilai Tukar Petani, Indeks Harga Yang Diterima Petani,
Indeks Harga Yang Dibayar Petani pada
Sub Sektor Tanaman Pangan.
No. Uraian NTP Kenaikan
(%)
2017 2018
  Nilai Tukar Petani (NTP) 115.22 115.26 0.04
1 Indeks Harga Yang Diterima Petani (It) 117.59 120.45 2.86
  a. Jagung 120.12 122.23 2.11
  b. Palawija 114.32 116.49 2.17
2 Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib) 102.06 104.51 2.45
2.1 Konsumsi Rumah Tangga 104.00 105.78 1.78
  a. Bahan Makanan dan Minuman 105.36 107.13 1.77
  Makanan Jadi 112.87 114.24 1.37
  b. Non Makanan 102.52 103.76 1.24
  Perumahan 103.38 105.37 1.99
  Sandang 103.43 104.48 1.05
  Kesehatan 110.82 111.08 0.26
  Pendidikan, Rekreasi & Olah raga 100.03 100.58 0.55
  Transportasi  & Komunikasi 99.86 101.44 1.58
2.2. BPPBM 101.84 102.71 0.87
  Bibit 102.25 103.55 1.30
  Pupuk dan Pestisida 102.17 102.72 0.55
  Sewa Tenaga dan Hewan 101.28 101.49 0.21
  Upah Buruh 102.70 104.05 1.35
  Pengeluaran Lain 100.59 101.72 1.13
  Barang Modal 103.07 103.15 0.08
Sumber data : Analisis Data Primer

Kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) pada tahun 2018 sebesar 2,86 persen dibanding dengan tahun 2017, hal ini disebabkan karena indeks harga kelompok jagung naik sebesar 2,11 persen, dan indeks harga kelompok palawija naik sebesar 2,17 persen. Kenaikan indeks harga yang dibayarpetani (Ib) tanaman pangan pada tahun 2018 sebesar 2,45 persen dibanding dengan tahun 2017,hal ini disebabkan kenaikan indeks harga pada kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 1,78 persen dan kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal sebesar 0,87 persen.

Kenaikan indeks harga pada kelompok konsusmsi rumah tangga sebesar 1,78 persen disebabkan kenaikan indek harga pada bahan makanan dan minuman sebesar 1,77 persen, indeks harga makanan jadi naik sebesar 1,37 persen, serta non makanan sebesar 1,24 persen.

Kenaikan indeks harga pada kempok non makanan sebesar 1,24 persen, perumahan sebesar 1,99 persen, sandang naik sebesar 1,05 persen, kesehatan naik sebesar 0,26 persen, pendidikan rekreasi dan olah raga sebesar 0,55 persen serta transportasi dan komunikasi sebesar 1,58 persen.

Kenaikan indeks harga pada kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,87 persen, disebabkan karena kenaikan indeks harga pada bibit sebesar 1,30 persen, pupuk dan pestisida sebesar 0,55 persen, sewa tenaga dan hewan sebesar 0,21 persen, upah buruh sebesar 1,35 persen, pengeluaran lain sebesar 1,13 persen dan barang modal sebesar 0,08 persen.

4.2. Nilai Tukar Petani (NTP) Tanaman Hortikultura
Pada tahun 2018 terjadi kenaikan nilai tukar petani pada tanaman hortikultura sebesar 0,05 persen dibanding pada tahun 2017, yakni sebesar 113,18 pada tahun 2017 menjadi 113,23 pada tahun 2018. Hal ini terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,03 persen, dan Indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,86 persen.
 
Tabel 4
Nilai Tukar Petani, Indeks Harga Yang Diterima Petani,
Indeks Harga Yang Dibayar Petani pada
Sub Sektor Tanaman Hortikultura
No. Uraian NTP Kenaikan (%)
2017 2018
   Nilai Tukar Petani (NTP) 113.18 113.23 0.05
1  Indeks Harga Yang Diterima Petani (It) 117.01 118.04 1.03
   a. Sayur-sayuran 118.12 119.03 0.91
   b. Buah-buahan 115.23 116.14 0.91
   c. Tanaman Obat 105.64 107.65 2.01
2  Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib) 103.39 104.25 0.86
2.1  Konsumsi Rumah Tangga 104.01 104.29 0.28
   a. Bahan Makanan dan Minuman 103.10 104.38 1.28
       Makanan Jadi 109.99 110.02 0.03
   b. Non Makanan 103.31 103.54 0.23
       Perumahan 101.49 101.95 0.46
       Sandang 105.41 105.81 0.40
       Kesehatan  102.90 103.56 0.66
       Pendidikan, Rekreasi & Olah raga 103.75 104.89 1.14
       Transportasi  & Komunikasi 100.12 100.16 0.04
2.2.  BPPBM 103.24 104.23 0.99
       Bibit  103.92 104.49 0.57
       Pupuk dan Pestisida 104.46 104.69 0.23
       Sewa Tenaga dan Hewan 103.25 103.41 0.16
       Upah Buruh 103.50 104.88 1.38
       Pengeluaran Lain 102.05 103.43 1.38
       Barang Modal 101.78 103.00 1.22
Sumber data : Analisis Data Primer

Indeks harga yang diterima petani sebesar 1,03 persen dari tahun 2017 ke tahun 2018 disebabkan karena kenaikan indeks harga pada kelompok sayur-sayuran sebesar 0,91 persen dan buah-buahan sebesar 0,91 persen, serta tanaman obat-obatan sebesar 2,01 persen.

Indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,86 persen pada tahun 2018 dibanding dengan tahun 2017, yakni dari 103,39 menjadi 104,25 pada tahun 2018. Hal ini disebabkan karena kenaikan harga pada konsumsi rumah tangga sebesar 0,28 persen yakni dari 104,01 pada tahun 2017 menjadi 104,29 pada tahun 2018, dan kenaikan biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,99 persen yakni dari 103,24 pada tahun 2017 menjadi 104,23 pada tahun 2018.

Indeks harga konsumsi rumah tangga naik sebesar 0,28 persen yakni dari 104,01 pada tahun 2017 menjadi 104,29 pada tahun 2018, hal ini disebabkan kenaikan indeks harga pada bahan makanan dan minuman sebesar 1,28 persen dan kenaikan indeks harga makanan jadi sebesar 0,03 persen serta kenaikan indeks harga non makanan sebesar 0,23 persen.

Indeks harga non makanan naik sebesar 0,23 persen yakni dari 103,31 menjadi 103,54. Hal ini disebabkan karena kenaikan indeks harga pada perumahan sebesar 0,46 persen, sandang sebesar 0,40 persen, kesehatan sebesar 0,66 persen, pendidikan rekreasi dan olah raga sebesar 1,14 persen serta transportasi dan komunikasi sebesar 0,04 persen.

Kenaikan indeks harga pada biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,99 persen dari 103,24 pada tahun 2017 menjadi 104,23 pada tahun 2018. Kenaikan indeks harga tersebut disebabkan karena kenaikan indeks harga pada bibit sebesar 0,57 persen, pupuk dan pestisida sebesar 0,23 persen, sewa tenaga dan hewan sebesar 0,16 persen, upah buruh naik sebesar 1,38 persen, pengeluaran lain sebesar naik sebesar 1,38 persen, serta barang modal naik sebesar 1,22 persen.

4.3. Nilai Tukar Petani (NTP) Tanaman Perkebunan Rakyat
Pada tahun 2018 terjadi kenaikan nilai tukar petani pada sub-sektor tanaman perkebunan rakyat bila dibandingkan pada tahun 2017, yakni sebesar 0,02 persen dari 114,37 pada tahun 2017 menjadi 114,75 pada tahun 2018. Hal ini terjadi karena baik indeks harga yang diterima petani (It) dan Indeks harga yang dibayar petani (Ib) sama-sama mengalai kenaikan. Indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,86 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) nak sebesar 0,98 persen.
 
Tabel 5
Nilai Tukar Petani, Indeks Harga Yang Diterima Petani,
Indeks Harga Yang Dibayar Petani pada Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat
No. Uraian NTP Kenaikan (%)
2017 2018
   Nilai Tukar Petani (NTP) 114.73 114.75 0.02
1  Indeks Harga Yang Diterima Petani (It) 119.48 120.34 0.86
    Tanaman Perkebunan 119.48 120.34 0.86
2  Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib) 103.90 104.88 0.98
2.1  Konsumsi Rumah Tangga 107.84 108.77 0.93
   a.Bahan Makanan dan Minuman 109.48 109.52 0.04
       Makanan Jadi 103.16 103.32 0.16
   b. Non Makanan 108.87 108.88 0.01
       Perumahan 112.36 115.48 3.12
       Sandang 108.05 111.34 3.29
       Kesehatan  102.95 108.34 5.39
       Pendidikan, Rekreasi & Olah raga 105.21 110.13 4.92
       Transportasi  & Komunikasi 101.75 103.12 1.37
2.2.  BPPBM 102.73 103.73 1.00
       Bibit  103.51 104.36 0.85
       Pupuk dan Pestisida 102.94 104.80 1.86
       Sewa Tenaga dan Hewan 101.13 103.12 1.99
       Upah Buruh 103.42 103.46 0.04
       Pengeluaran Lain 101.23 101.44 0.21
       Barang Modal 99.77 100.51 0.74
Sumber data : Analisis Data Primer

Kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) pada tahun 2018 dibanding dengan tahun 2017 sebesar 0,86 persen disebabkan karena indeks harga kelompok tanaman perkebunan naik sebesar 0,86 persen.

Kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) tanaman perkebunan rakyat  pada tahun 2018 dibanding dengan tahun 2017 sebesar 0,98 persen, hal ini disebabkan kenaikan indeks harga pada kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,93 peren dan kelompok biaya produksi dn penambahan barang modal sebesar 1,00 persen.

Kenaikan indeks harga kelompok konsumsi rumah tanga sebesar 0,93 persen disebabkan kenaikan indeks harga pada bahan makanan dan minuman sebesar 0,04 persen, makanan jadi sebesar 0,16 persen dan non makanan sebesar 0,01 persen.

Kenaikan indeks harga pada kelompok non makanan sebesar 0,01 persen disebabkan karena kenaikan indeks harga pada kelompok perumahan sebesar 3,12 persen, sandang sebesar 3,29 persen, kesehatan sebesar 5,39 persen, pendidikan rekreasi dn olh raga sebesar 4,92 persen, srta transportasi dan komunikasi sebesar 1,37 persen.

Kenaikan indeks harga yang pada kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 1,00 persen dari 102,73 pada tahun 2017 menjadi 103,73 pada tahun 2018, hal ini disebabkan karena kenaikan indeks harga pada bibit sebsar 0,85 persen, pupuk dan pestisida sebesar 1,86 persen, sewa tenaga dan hewan sebesar 1,99 persen, upah buruh sebesar 0,04 persen, pengeluaran lain sebesar 0,21 persen, serta barang modal sebesar 0,74 persen.

4.4. Nilai Tukar Petani (NTP) Sub-Sektor Peternakan
Pada tahun 2018 terjadi kenaikan nilai tukar petani pada sub-sektor peternakan bila dibandingkan pada tahun 2017, yakni sebesar 0,13 persen. Hal ini disebabkan karena kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 1,01 persen dan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,76 persen.

Kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 1,01 persen disebabkan kenaikan indeks harga pada komoditi ternak besar sebesar 0,09 persen, ternak kecil sebesar 0,62 persen, serta unggas sebesar 0,25 persen.
 
Tabel 6
Nilai Tukar Petani, Indeks Harga Yang Diterima Petani,
Indeks Harga Yang Dibayar Petani pada
Sub Sektor Peternakan
No. Uraian NTP Kenaikan (%)
2017 2018  
  Nilai Tukar Petani (NTP) 114.02 114.15 0.13
1 Indeks Harga Yang Diterima Petani (It) 119.46 120.47 1.01
  Ternak Besar 119.89 119.98 0.09
  Ternak Kecil 120.57 121.19 0.62
  Unggas 119.44 119.69 0.25
2 Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib) 104.77 105.53 0.76
2.1 Konsumsi Rumah Tangga 103.81 104.57 0.76
  a. Bahan Makanan dan Minuman 105.51 107.43 1.92
  Makanan Jadi 104.46 104.92 0.46
  b. Non Makanan 103.39 104.08 0.69
  Perumahan 103.39 104.59 1.20
  Sandang 104.43 105.51 1.08
  Kesehatan 102.76 103.17 0.41
  Pendidikan, Rekreasi & Olah raga 102.89 103.22 0.33
  Transportasi  & Komunikasi 102.99 103.51 0.52
2 BPPBM 105.26 105.71 0.45
  Bibit 104.21 106.86 2.65
  Vaksin dan Serum 100.31 100.45 0.14
  Makanan Ternak 109.23 110.18 0.95
  Upah Buruh 102.55 103.46 0.91
  Pengeluaran Lain 110.01 110.30 0.29
  Barang Modal 111.35 111.36 0.01
 Sumber data : Analisis Data Primer
                                                                                                                                
Kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sub-sektor peternakan  pada tahun 2018 dibanding dengan tahun 2017 sebesar 0,76 persen, hal ini disebabkan kenaikan indeks harga pada kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,76 persen. Sedangkan Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal naiksebesar 0,45 persen.

Kenaikan indeks harga pada kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,76 persen disebabkan karena kenaikan indeks harga pada bahan makanan dan minuman sebesar 1,92 persen, makanan jadi sebesar 0,46 persen dan non makanan sebesar 0,69 persen.
Kenaikan indeks harga pada kelompok non makanan sebesar 0,69 persen disebabkan karena kenaikan indeks harga pada perumahan sebesar, 1,20 persen, sandang sebesar 1,08 persen, kesehatan sebesar 0,41 persen, pendidikan rekreasi dan olah raga sebesar 0,33 persen, dan transportasi dan komunikasi sebesar 0,52 persen.

Kenaikan indeks harga pada kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,45 persen disebabkan karena kenaikan indeks harga pada bibit sebesar 2,65 persen, vaksin dan serum sebesar 0,14 persen, makanan ternak sebesar 0,95 persen, upah buruh sebesar 0,91 persen, pengeluaran lain sebesar 0,29 persen, serta barang modal sebesar 0,01 persen.

4.5. Nilai Tukar Petani (NTP) Sub-sektor Perikanan
Pada tahun 2018 terjadi kenaikan nilai tukar petani pada sub-sektor perikanan bila dibandingkan pada tahun 2017, yakni sebesar 0,39 persen. Hal ini terjadi karena baik indeks harga yang diterima petani (It) dan Indeks harga yang dibayar petani (Ib) sama-sama mengalai kenaikan. Indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 1,14 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,65 persen.
 
Tabel 7
Nilai Tukar Petani, Indeks Harga Yang Diterima Petani,
Indeks Harga Yang Dibayar Petani pada Sub Sektor Perikanan
 
No. Uraian NTP Kenaikan (%)
2017 2018  
  Nilai Tukar Petani (NTP) 112.48 112.87 0.39
1 Indeks Harga Yang Diterima Petani (It) 116.27 117.41 1.14
  Budidaya Perikanan 116.27 117.41 1.14
2 Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib) 103.37 104.02 0.65
2.1 Konsumsi Rumah Tangga 104.23 105.19 0.96
  a. Bahan Makanan dan Minuman 104.28 104.77 0.49
  Makanan Jadi 113.84 114.16 0.32
  b. Non Makanan 103.73 103.96 0.23
  Perumahan 105.34 106.00 0.66
  Sandang 105.51 105.64 0.13
  Kesehatan 101.05 102.03 0.98
  Pendidikan, Rekreasi & Olah raga 102.43 102.49 0.06
  Transportasi  & Komunikasi 101.14 101.52 0.38
2 BPPBM 103.35 103.43 0.08
  Bibit 103.68 104.55 0.87
  Vaksin dan Serum 99.56 100.14 0.58
  Makanan Ikan 100.47 100.64 0.17
  Upah Buruh 100.23 100.41 0.18
  Pengeluaran Lain 100.66 100.70 0.04
  Barang Modal 120.64 121.48 0.84
Sumber data : Analisis Data Primer


Kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) pada tahun 2018 dibanding dengan tahun 2017 sebesar 1,14 persen disebabkan karena indeks harga kelompok budidaya perikanan naik sebesar 1,14 persen.

Kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sub-sektor perikanan  pada tahun 2018 dibanding dengan tahun 2017 sebesar 0,65 persen, hal ini disebabkan kenaikan indeks harga pada kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,96 persen dan kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal naik sebesar 0,08 persen.

Kenaikan indeks harga pada kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,96 persen hal ini disebabkan karena kenaikan indeks harga pada bahan makanan dan minuman sebesar 0,49 persen, makanan jadi sebesar 0,32 persen, serta non makanan sebesar 0,23 persen.
Kenaikan indeks harga pada kelompok non makanan sebesar 0,23 persen disebabkan karena kenaikan indeks harga pada perumahan sebesar 0,66 persen, sandang sebesar 0,13 persen, kesehatan sebesar 0,98 persen, pendidikan rekresi dan olah raga sebesar 0,06 persen, serta transportasi dan komunikasi sebesar 0,38 persen.

Kenaikan indeks harga pada kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,08 persen disebabkan karena kenaikan indeks harga pada bibit sebesar 0,87 persen, vaksin dan serum sebesar 0,58 persen, makanan ikan sebesar 0,17 persen, upah buruh sebesar 0,18 persen, pengeluaran lain sebesar 0,04 persen dan barang modal sebesar 0,84 persen.