SRIKANDI CANTHIK PKK Turut Cegah HIV /AIDS Di Kabupaten Jombang

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Selasa, 18 Oktober 2016

Pin Srikandi Canthik secara simbolis disematkan oleh Tjaturina Wihandoko, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten kepada para Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan 2 orang kader pada Selasa (18/10/2016). Selain dari PKK peserta yang diundang juga dari unsur organisasi wanita. Selanjutnya penyematan pin  diikuti oleh seluruh paserta yang hadir pada acara Pemantapan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS.  Dengan demikian secara resmi Srikandi Canthik PKK siap melaksanakan peran dan tugasnya didalam melakukan pencegahan dan penaggulangan HIV/ AIDS pada keluarga dan lingkungannya.

Mengapa disebut kader Srikandi Canthik?  dr. Mas Imam Ali Afandi, MKP dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menjelaskan bahwa  Srikandi adalah  simbol wanita yg kuat dan pemberani.  Sedangkan kata Canthik kepanjangannya adalan Cegah penanggulangAN Terhadap HIV/AIDS kekeluarga.

Dalam pin tersebut digambarkan Srikandi membawa mata panah dari kuncup bunga melati, siap dilontarkan jauh nian.  Hal ini mengambarkan bahwa kader  PKK siap melindungi dan membimbing anak anak kita sebagai penerus bangsa yg sehat dan cerdas  serta gemilang. Srikandi digambarkan  berbaju hijau dengan ikat kepala dan selendang janur kuning. Ini melambangkan kader PKK terus semangatula dan berjiwa muda. Lambang PKK dan lambang peduli HIV/AIDS, menggambarkan kader PKK siap mendukung pencegahan penularan dan tidak diskriminatif kepada penderita ODHA.

Gerakan Srikandi Canthik PKK ini lahir atas keprihatinan tingginya angka temuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang. Tjaturina Wihandoko, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang ini menyampaikan ucapan terimakasih sekaligus apresiasi kepada Dinas Kesehatan  Kabupaten Jombang, Komisi Penanggulangan HIV/AID, kader PKK, organisasi wanita, organisasi masyarakat dan pihak terkait  yang telah berkontribusi positif melakukan sosialisasi, deteksi dini, pencegahan dan penanggulangan terhadap HIV/AIDS juga bahaya narkotika di Kabupaten Jombang.

Menurut isteri Bupati Jombang Nyono Suharli, kasus HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es. Yang terlihat hanya sisi luarnya, padahal sebenarnya di dalamnya masih banyak belum terungkap. Data di Kabupaten Jombang ini tertinggi kedua di Jatim. Disatu sisi ini sangat memprihatinkan. Namun disisi lain ini bisa jadi  membuktikan keberhasilan kinerja Dinas Kesehatan,  Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jombang  dan pihak terkait, termasuk  adanya kesadaran dari para  penderita yang  mulai terbuka dan  mau melapor. Ini artinya keberadaan  layanan kesehatan seperti Voluntary Counselling and Testing (VCT) di Kabupaten Jombang telah berjalan efektif. “Sudah banyak penderita yang mau melakukan konseling, dengan demikian selain bisa segera ditangani, diharapkan juga segera ada perubahan perilaku, sehingga tingkat penularan dan penambahan penderita dapat diminimalisir bahkan harus zero,  sebab yang berbahaya justru yang tidak terungkap, penderita tertutup”, tandas Tjaturina Wihandoko.

Sebagai Kader Srikandi Canthik harus menjadi teladan dalam keharmonisan dalam rumah tangga, mampu membentengi anak-anaknya dari pergaulan berisiko, mau mengajak wanita hamil disekitar rumahnya untuk memeriksakan diri, bersedia mengajak penderita HIV/AIDs untuk berobat dan menjaga untuk tidak diskriminasi (Stigma negatif). Para kader Srikandi Canthik  dengan sukarela mau menjadi penyuluh tentang HIV/AIDS di masyarakat.

Dalam pemantapan tersebut, dipaparkan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan dan KPA cara penularan HIV. Yakni lewat cairan darah, transfusi darah,  pemakaian jarum suntik yang tidak steril dan dipakai bersama-sama, juga pemakaian alat tusuk yang menembus kulit  tidak steril dan dipakai bersama-sama.

Siapapun bisa tertular HIV, jika perilakunya  beresiko. Penampilan luar tidak menjamin bebas HIV.  Orang dengan HIV positif sering terlihat sehat dan merasa  sehat. Jika belum melakukan tes HIV, orang dengan HIV positif tidak tahu bahwa dirinya tertular HIV.  Tes HIV adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kepastian tertular HIV atau tidak.

Kebijakan dan Dasar Hukum program HIV/AIDS di Kabupaten Jombang antara lain  sudah ada Perda  No. 15 Tahun 2009  tentang Pelarangan Pelacuran. Keputusan Bupati Jombang No. 188.4.45/100/415.10.10/2014     tentang Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten  Jombang.  Perbup Jombang No. 34 Tahun 2014     tentang Penanggulangan HIV-AIDS  di kabupaten Jombang.  Serta Strategi Rencana Aksi Daerah (SRAD) Penanggulangan HIV dan AIDS 2015-2019.  (Wati_Humas Jombang)