Sosialisasikan Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Libatkan Guru

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Senin, 30 April 2018

 

Ny. Suparti Setiajit Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Jombang selaku Ketua P2TP2A Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jombang terus melakukan sosialisasi upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pada Kamis (27/4/2018) siang, telah dilaksanakan di Kecamatan Ploso. Selanjutnya pada Senin (30/4/2018) pagi, sosialisasi dilaksanakan di Ruang Suro Adiningrat Pemkab Jombang.

Sosialisasi diikuti oleh Guru Guru di Kabupaten Jombang. Selaku narasumber dari Dinas PP dan PA, Unit PPA Polres Jombang, Supirman S.Psi dan narasumber dari Provinsi Jawa timur HR. Hari Chandra N, SE, MM.

Dalam sambutannya Suparti Setiajit mengajak semua pihak termasuk guru-guru untuk melakukan upaya pencegahan agar terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten Jombang tidak semakin bertambah. Peran serta semua pihak sangat diharapkan terutama para guru, orangtua juga masyarakat.”Mari kita peka terhadap apa yang terjadi disekitar kita”, tuturnya menanggapi masih adanya bermunculan kasus-kasus tindak asusila, maupun tindak kekerasan yang terjadi.

“Saya mohon seluruh pihak mari bersinergi untuk peka, peduli terhadap persoalan yang terjadi diingkungannya. Baik disekolah, dilingkungan desa. Peran  Posko Sambung Rasa harus dioptimalkan, peran BP juga semuanya mari kita bertekad mencegah dan menekan angka kekerasan di kabupaten Jombang ”, tutur Suparti Setiajit.

Disampaikan oleh istri Pjs Bupati Jombang Setiajit, bahwa perkembangan teknologi informasi/ IT, sudah sangat cepat dan tidak dapat dibendung lagi. Apa yang terjadi hari ini, dibelahan dunia sudah akan secara langsung diketahui berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Untuk itu bagaimana membendung arus atau pengaruh negative yang ada, adalah menjadi tanggung jawab kita bersama baik orang tua, guru dan masyarakat harus berperan aktif menjadi filter.

Guna mencegah terjadinya tindak asusila, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, iman dan ketaqwaan juga menjadi filter yang sangat penting. Tim P2TP2A bersama dengan OPD terkait harus semakin optimal didalam menjalankan tugas-tugasnya bersama masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat,PKK, organisasi wanita, juga karang taruna. (Kehumasan_Dinas Kominfo).