Pemkab Jombang Tebar Ribuan Bibit Ikan di Sungai Brantas

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Rabu, 06 Desember 2017

Pemkab Jombang melalui Dinas Perikanan cukup serius dalam memperhatikan bidang peternakan dan perikanan. Hal ini agar kebutuhan protein hewani masyarakat Jombang dapat terpenuhi dengan upaya kemandirian ternak yang dikembangkan sendiri tanpa menggantungkan dari daerah lain. Alasan lain adalah demi meningkatkan kesejahteraan para peternak dan petani ikan.

Oleh karena itu, Selasa (5/12) Dinas Perikanan Kabupaten Jombang menggelar kegiatan penebaran ribuan bibit ikan di sungai Brantas, tepatnya di dekat dam karet Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh. Acara tersebut dihadiri Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Pada kesempatan tersebut, Bupati Nyono secara simbolis melepas bibit dari berbagai jenis ikan. Pelepasan bibit ikan itu disaksikan sejumlah undangan diantaranya petani ikan, kelompok budidaya ikan dan para pejabat Pemkab Jombang.

“Penebaran bibit ikan ini dalam rangka agar masyarakat bisa menikmati ketika ikan-ikan ini sudah besar. Lebih penting lagi, agar sungai Brantas bebas dari pencemaran. Kalau kita punya gerakan seperti ini otomatis para pengusaha akan berpikir ulang saat membuang limbahnya,” terang Bupati Nyono usai melepas ribuan bibit ikan.

Bupati Nyono melanjutkan, tidak hanya melepas bibit ikan begitu saja, Pemkab Jombang akan memperkuat gerakan ini dengan menerbitkan regulasi. “Akan kita terbitkan regulasi dalam melindungi ikan-ikan ini. Regulasi tersebut mengarah pada pelarangan membuang limbah sembarangan di sungai Brantas,” tegas Nyono

Sementara, Plt. Kepala Dinas Perikanan Harun Wiyono menyampaikan terimakasih kepada semua petani ikan. Atas kontribusinya, sambung Harun, pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dapat tercukupi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap petani ikan, ungkap Harun, pada tahun anggaran 2017, Pemkab Jombang telah menyalurkan bantuan. Bantuan tersebut berupa sarana produksi budidaya perikanan dari program Dana Alokasi Khusus (DAK). Bantuan tersebut diberikan kepada 25 kelompok atau sebanyak 250 orang. Bentuan bantuan berupa kolam terpal benih lele, pakan dan obat-obatan. Tak hanya itu pada kesempatan itu juga diserahkan sarana alat tangkap ikan ramah lingkungan berupa pancing kepada masyarakat.

“Melalui bantuan ini semoga dapat meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan. Kami juga berharap kepada semua kelompok yang sudah menerima bantuan agar belajar mandiri sehingga tidak bergantung pada pemerintah. Tujuan diberikannya bantuan ini adalah untuk mengawali para anggota dalam belajar membuka usaha. Selanjutnya bisa mengembangkan usahanya,” jelas Harun

Digelarnya kegiatan ini, kata Harun, untuk mendorong peningkatan produksi ikan dan peningkatan konsumsi ikan pada masyarakat. Adapun penebaran bibit ikan adalah jenis ikan endemik, yaitu jenis ikan yang ada di perairang umum. “Kita lepaskan bibit ikan nila sebanyak 10.000 ekor. Serta ikan patin 13.500 ekor. Dengan harapan ikan ikan ini akan hidup berdampingan dan tidak saling mengganggu,” pungkas Harun (Kominfo/Hms)