Paud Jombang Siap Menjadi Pelopor Lalu Lintas

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Kamis, 12 Januari 2017

Program Sinergitas Himpaudi (Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Kabupaten Jombang bersama  Polres Jombang untuk menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini dengan menggelar Wayang Kulit Lalu Lintas diapresiasi oleh Ir. Tjaturina Wihandoko, MM Bunda Paud Kabupaten Jombang.

 “Alhamdulilah, Himpaudi Mojoagung sudah memelopori kegiatan ini bersama Polres Jombang. Kegiatan yang luar biasa untuk mengenalkan dan menanamkan kedisiplinan pada anak-anak sejak dini  agar  patuh dan  taat dalam berlalu lintas ini, kedepan bisa di lakukan di 21 Kecamatan”, tutur Tjaturina Wihandoko dalam sambutannya membuka kegiatan Geyar Paud Polisi Sahabat Anak, di SKB Mojoagung (11/01/2017) didampingi Kasatlantas Jombang, Mellysa Amalia.  

Menurutnya melalui kegiatan Wayang Kulit Lalu Lintas yang disampaikan oleh Dalang Sartono dalam bentuk dongeng, diselingi lagu ini sangat disukai anak-anak. Sehingga akan  dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini tentang rambu-rambu juga tata tertib lalu lintas. “Bahkan mungkin anak-anak ini akan mengingatkan kepada orang tuanya jika ada yang  lupa tidak memakai helm, atau pada saat orangtuanya melanggar rambu-rambu lalin”, tutur istri Bupati Jombang ini.

Sekitar 650 siswa PAUD  yang didampingi orangtuanya tersebut sejak pukul 07.00 WIB sudah berkumpul di Lapangan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Mojoagung, Jombang. Mereka mengikuti yel-yel yang dipandu guru pembimbingnya dan  anggota Polres Jombang. Mereka juga menyaksikan pertunjukan wayang di panggung, yang diselingi dengan lagu anak-anak bersama badut  berpakaian Polisi dan Kuda Sebra.

Tampak hadir pada acara tersebut Camat, Forpimka beserta istri, jajaran Diknas Kab. Jombang, Ketua Himpaudi Kabupaten Jombang, Pengurus Pokja 2 Tim penggerak PKK Kabupaten, Bunda  Paud Kecamatan dan Desa.

Kepala Satlantas Polres Jombang, Ajun Komisaris Polisi Mellysa Amalia, mengatakan anak-anak memiliki jiwa yang kritis. Sehingga anak-anak bisa menjadi pengingat anggota keluarga yang lain untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara. Termasuk, membawa surat kelengkapan berkendara.

"Misalnya mengenakan helm sebagai kebutuhan untuk keselamatan. Penggunaan helm penting untuk perjalanan jarak dekat maupun jauh," lanjut Mellysa.

Menurut Mellysa, selain untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, kegiatan ini juga melatih anak-anak untuk menanamkan budaya disiplin berlalu lintas sejak dini. Sehingga kelak dewasa anak-anak bisa menjadi pelopor keselamatan di keluarga dan masyarakat pada umumnya.

Tak ketinggalan pula para orang tua yang hadir juga diingatkan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas di jalan raya. Jika anak-anaknya usia sekolah SD, SMP, SMA dan belum memiliki SIM hendaknya diantar kesekolah dan tidak diperkenankan membawa motor sendiri. Dengan harapan dapat menciptakan keamanan, keselamatan  ketertiban dan kelancaran adalam berlalu lintas serta menekan angka fatalitas kecelakaan. (Wati_Kominfo)