Lindungi Anak Sekolah Dari Jajanan Yang Tidak Aman

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Selasa, 25 Oktober 2016

Maraknya jajanan anak dilingkungan luar sekolah yang mengandung bahan berbahaya atau tidak layak konsumsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang segera melakukan sosialisasi kepada para pengelola kantin sekolah.

Sebanyak 100 orang Pengelola Kantin Sekolah mulai dari Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jombang, kader PKK Pokja 3 dan Pokja 4  mendapatkan informasi dan materi tentang  Bahan Berbahaya yang dilarang pada Pangan Jajanan Anak Sekolah.

Sosialisasi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr. Heri Wibowo, MKes dan dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Ir.Hj. Tjaturina Wihandoko MM, tersebut bertujuan untuk mengajak para pengelola kantin sekolah untuk peduli melindungi para pelajar yang notabennya adalah para generasi emas Indonesia dari jajanan sekolah yang terpapar bahan berbahaya.

Kegiatan yang diselenggarakan di gedung Suroadiningrat, kantor Pemkab Jombang pada Selasa (25/10/2016) juga di tampilkan beberapa contoh makanan yang mengandung bahan berbahaya. Disampaikan oleh dr. Heri Wibowo MKes, banyak makanan/jajanan sekolah yang tidak aman, terutama diluar pagar sekolah. Hal ini harus menjadi perhatian para pengelola UKS juga kantin sekolah.

Dari hasil monitoring yang dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Jombang bersama Dinkes Kabupaten Jombang masih banyak beredar jajanan yang mengandung bahan berbahaya atau tidak layak konsumsi perlu diwaspadai. Seperti mengandung borax, formalin, pewarna tekstil, dan pengawet, ini yang harus menjadi perhatian kita semua”, kata dr. Heri Wibowo, MKes.

Tjaturina Wihandoko, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang  mengajak para peserta sosialisasi untuk turut peduli memberikan sosialisasi tentang  keamanan pangan, kebersihan, juga kesehatan terhadap jajanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah. Baik kepada keluarga terdekat,  lingkungan sekolah dan pedagang yang ada disekitar sekolah. “Kantin sekolah harus dapat menyediakan makanan/jajanan yang aman, sehat  bagi konsumen, utamanya anak-anak sekolah”, tutur istri orang nomor satu di Kabupaten Jombang ini.

Para pengelola UKS juga pengelola kantin sekolah harus dapat menjadi  motor penggerak untuk  turut mensosialisasikan apa bahaya yang ditimbulkan jika  mengkonsumsi makanan/jajanan yang mengandung bahan-bahan yang berbahaya tersebut secara terus menerus dalam waktu jangka panjang  bagi kesehatan dan melindungi anak-anak kita.” Saya juga berharap jajanan yang dijual dikantin sekolah, juga diluar pagar sekolah selalu dalam pengawasan pengelola kantin, serta memperhatikan B3SAH  (Beragam, Bergizi, Berimbang, Sehat, Aman dan Halal). Jangan asal murah, enak dan mengenyangkan tanpa memperhatikan segi hiegienis, pemilihan bahan dan pengolahannya”, pungkas Tjaturina Wihandoko.

Fitri Marhamah, S.Apt,  Kasi Farmakmin Dinkes Kabupaten Jombang juga  memaparkan tentang Keamanan Pangan. Dijelaskannnya secara rinci jenis makanan yang berbahaya dan perlu diwaspadai serta bahan- bahan tambahan berbahaya yang biasanya dicampurkan pada makanan. Peserta juga ditunjukkan beberapa contoh  jajanan yang mengandung pewarna tekstil, juga yang mengandung borax dan  formalin. Pada sosialisasi tersebut para peserta sangat antusias dalam merespon materi yang disampaikan. Terbukti para peserta banyak yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber.(Wati_Humas Jombang)