Kesenian Sandhur Manduro Diakui Sebagai Warisan Budaya Takbenda Oleh Pemerintah RI

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Jumat, 27 Oktober 2017

Kesenian Sandhur yang merupakan kesenian asli Jombang akhirnya mendapat pengakuan dari Pemerintah Republik Indonesia melalui  Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia. Disebut kesenian sandhur manduro dikarenakan Kesenian ini hanya ada di Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang.

Pengakuan tersebut diketahui saat Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menerima sertifikat yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Jumat (27/10) di Gedung Negara Grahadi usai berlangsungnya Upacara Peringatan hari Sumpah Pemuda Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dalam sertifikat yang ditanda tangani oleh Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Prof.Dr. Muhadjir Effendi tersebut menerangkan bahwa ‘Sandhur Manduro’ dari Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Karakter dan ciri pertunjukan topeng Sandhur Manduro sangat erat kaitannya dengan sejarah Desa Manduro dan karakter masyarakatnya. Desa Manduro merupakan salah satu Desa yang sangat terpencil di wilayah Kabupaten Jombang.

Secara geografis Desa Manduro terletak di ujung paling utara wilayah Kabupaten Jombang, tepatnya berada di perbukitan kapur yang merupakan perbatasan Kabupaten Jombang dengan Kabupaten Lomongan. Kehidupan masyarakat Manduro sangat sedehana, mayoritas mata percahariannya adalah bertani.

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengaku bangga karena salah satu kesenian yang dimiliki Jombang mendapat pengakuan sekaligus penetapan sebagai warisan budaya Indonesia oleh pemerintah pusat.

"Kedepan melalui dinas terkait akan kita perintahkan untuk mengembangkan kesenian sandhur ini agar tidak punah dan bisa terus dilestarikan. Karena perlu adanya pembinaan supaya ada regenerasi untuk seniman sandhur ini," harapnya usai menerima sertifikat tersebut.

Sementara, WE.Tjitrawatie Kepala Dinas Budaya Pariwisata (Disbudpar) Jombang mengatakan,upaya untuk melestarikan kesenian Sandur Manduro ini terus dilakukan Pemkab Jombang. Salah satunya yakni dengan  terus memberikan pembinaan.

"Kita bersama Mahasiswa Tim Pengabdian masyarakat Fakultas Bahasa dan Seni Univesitas Negeri Surabaya, pernah bekerja sama dalam pelatihan yang diberi judul Pelatihan Pengembangan Bentuk Penyajian Kesenian Topeng Sandur Bagi Seniman di Kabupaten Jombang," ungkapnya.

Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah pemberian status Budaya Takbenda menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Kegiatan penetapan ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi Budaya Takbenda yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan penetapan ini melibatkan semua pihak seperti Pemerintah, Pemerintah Daerah, BPNB, danstakeholder. Dengan demikian diharapkan kepedulian masyarakat akan pentingnya Pelestarian Warisan Budaya Takbenda Indonesia akan semakin meningkat.

Budaya Takbenda yang akan ditetapkan adalah Budaya Takbenda yang ada di wilayah Indonesia sesuai dengan Konvensi UNESCO Tahun 2003, yaitu tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda. (Kominfo)