Jombang Dan Jerman Bekerja Sama Turunkan Efek Gas Rumah Kaca, Begini Ceritanya

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Senin, 05 Februari 2018

Pemkab Jombang pada Rabu (31/1) menerima kunjungan dari tim  KfW Headquarter Frankurt-Jerman, Mr.Jonas Dylla dan Mr. Bernhard Schenk, serta Antun Hidayat dari KfW Office Jakarta.

Rombongan diterima langsung oleh Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten. Turut serta dalam rombongan diantaranya pejabat dari Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR.

Antun Hidayat dari KfW Office Jakarta, mengatakan Kabupaten Jombang dan Kota Jambi adalah 2 dari 4 kabupaten yang menjadi lokasi proyek Emission Reduction in Cities Solid Waste Management ERiC SWM yg merupakan kerjasama KfW Jerman dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR.

KfW dan KemenPUPR, Lanjut Antun  melakukan peninjauan terhadap perkembangan pelaksanaan proyek ERiC SWM Ini khususnya untuk paket kegiatan Accompanying Measure yang dikerjakan oleh konsultan pelaksanaan AHT Consultant Consorsium.

Kegiatan yg dilakukan oleh AHT, Kata Antun meliputi pendampingan untuk peningkatan kapasitas Dinas Lingkungan Hidup di dalam menyiapkan staff DLH, organisasi pengelola persampahan, peraturan persampahan, pengelolaan keuangan, penentuan tarif retribusi sampah dan teknis penanganan sampah dari sumber ke Tempat Pemroses Akhir (TPA) sampah termasuk peningkatan partisipasi Masyarakat

"Dengan demikian nanti DLH akan siap bila saatnya nanti di bangun sanitary landfill yg baru lengkap dengan pengomposan dan pemilahan serta installasi pengolahan lindi nya," katanya.

Jadi, Antun menegaskan untuk mengamankan investasi pembangunan sanitary landfill Ini maka penting sekali kegiatan pendampingan Ini kepada DLH agar semua siap pada saat nanti mulai beroperasi.

Yudi Adriyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang pada kesempatan ini menyampaikan kesiapan daerah dalam mengimplementasikan program tersebut.  

Salah satu upaya tersebut, terang Yudi adalah dengan pembebasan lahan untuk pembuatan TPA baru dan sarana pendukung seluas 22,5 Ha.  Sehingga dengan TPA yang lama maka total luas TPA akan menjadi 32 Ha.

"Dengan dibangunnya TPA baru diharapkan adanya peningkatan cakupan pelayanan sampah dari 32% menjadi 40% penduduk wilayah perkotaan utk 5 tahun kedepan (2022)," bebernya.

Sementara Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menyampaikan apresiasi setinggi tingginya karena Jombang terpilih sebagai salah satu kabupaten yg menerima program ini. 

Seperti dikatahui se Indonesia hanya 4 kabupaten/kota yang menerima program ini yakni Kabupaten Jombang, Sidoarjo, Kota Malang dan Kabupaten Jambi. "Saya berharap agar segera dilaksanakan mengingat persiapan sudah dimulai sejak tahun 2010," tandasnya.

Kunjungan tim KfW diakhiri dengan peninjauan lapangan di TPA Gedangkeret, Banjardowo Kecamatan Jombang untuk melihat kondisi pengelolaan sampah serta lahan yang akan digunakan utk pembangunan TPA baru. [Kominfo/Hms]