AYIC 2017 Di Jombang, Dibuka Wamenlu RI Abdurrachman Fachri. Hari Kedua Dihadiri Wapres RI Jusuf Kalla

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Selasa, 31 Oktober 2017

ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 secara resmi dibuka Wamenlu RI, Abdurahman Muhammad Fachri, di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/10/2017).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong, disaksikan antara lain oleh Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, Sekretaris ASEAN Le Luong Minh, serta sebanyak 150 peserta AYIC dan para tamu undangan.

Fachri mengatakan alasan pemilihan Kabupaten Jombang sebagai tuan rumah pelaksanaan AYIC 2017 karena Jombang merupakan kawasan pesantren yang santrinya mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia.

“Santri Jombang berasal dari berbagai daerah di Indonesia jadi tidak salah jika memilih Jombang sebagai tuan rumah pelaksaan AYIC 2017," kata Fachri.

Selain itu, di Jombang ini juga banyak lahir tokoh nasional yang memberikan warna dalam perjuangan dan perjalanan sejarah Indonesia.

Ia menambahkan, AYIC merupakan salah satu program adalan Kemenlu. Tujuannya, kepada pemuda ASEAN dan partisipan negara-negara lain untuk lebih memamahami toleransi di kehidupan pesantren.

"Sehingga dapat menjadi jendela kepada dunia luar tentang arti toleransi itu sendiri. Peserta dapat mendapatkan gambaran yang ada di pesantren, karena di sini semua ada. Mulai dari toleransi, sampai kepada kehidupan sosialnya,” Imbuhnya.

Sedangkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) hadir di gedung Islamic Centre Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang sekitar pukul 10.25 WIB. Kedatangan JK disambut dengan Shalawat Nabi, Minggu (29/10/2017).

Selanjutnya, JK memasuki ruangan tempat berkumpulnya sekitar 150 peserta Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 beserta para tamu undangan lain. Sejumlah pengurus PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Jombang juga hadir.  Selain Wapres, hadir pula Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko.

Dalam kesempatan itu, Wapres Jusuf Kalla memberikan pengarahan kepada peserta AYIC 2017. Utamanya tentang bagaimana membangun harmoni serta iklim toleransi. Selain itu Kehadiran Pak JK sebagai Wapres sekaligus sebagai pelaku lapangan yang sudah berhasil mendamaikan berbagai konflik di Indonesia dan dunia.

Kegiatan AYIC 2017 berlangsung mulai 28 hingga 30 Oktober 2017 diikuti 150 pemuda dari 22 negara. Selain dari ASEAN, juga dari beberapa negara yang berpartisipasi. Di antaranya, selain tuan rumah Indonesia, adalah Kambodia, Brunei Darusalam, Laos, Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura.Kemudian Jepang, Pakistan, Madagaskar, Lithuania, Maroko, Mesir, Honggaria, Amerika Serikat, Tanzania, Korea Selatan, Libya, Belanda dan Inggris.

Ketua Pusat Studi ASEAN (PSA) Unipdu Zahrul Azhar , AYIC digelar dengan tujuan mencegah intoleransi dan radikalisme, menyediakan akses informasi yang terkait dengan perbedaan praktik agama dan toleransi di ASEAN.

"Kepada para pemuda peserta AYIC diperkenalkan praktik toleransi dalam keberagaman, sebagaimana yang sudah lama dan sukses dipraktikkan di Indonesia," kata pria yang akrab di panggil Gus Hans ini. (Kominfo/Jd)

Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 Digelar Di Jombang, Ini Kata Bupati Nyono Suharli Wihandoko

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengaku bangga atas terselenggarakannya Gelaran Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang dilaksanakan sejak tanggal 28 – 30 Oktober 2017 di Unipdu Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Kecamatan Peterongan.

“Ini sangat membanggakan bagi kami dan masyarakat Jombang, karena Jombang dijadikan tuan rumah agenda bertaraf internasional. Hal ini dikarenakan Jombang yang dikenal sebagai kota santri dengan ratusan pesantren, namun juga terdapat warga non muslim, akan tetapi masyarakat Jombang bisa hidup berdampingan secara damai,”Kata Bupati Nyono.

Menurut Bupati Nyono, kenyataan inilah yang akan bisa menjadi contoh negara-negara lain dalam memelihara kerukunan umat beragama. Ia menambahkan Jombang memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang menjunjung tinggi dan menghormati keberagaman, kekuatan toleransi antar umat beragama terbangun dengan baik di Jombang.

“Jombang juga menjadi laboratorium sekaligus contoh yang sangat layak untuk diperlihatkan kepada masyarakat internasional sebagai pengejawantahan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,”ungkapnya.

Dengan adanya agenda bertaraf internasional ini, Lanjut Bupati Nyono merupakan peluang yang baik bagi Kabupaten Jombang untuk mempromosikan seluruh potensi yang ada, baik itu potensi wisata, perekonomian maupun kekuatan toleransi antar umat beragama.

Asean Youth Interfaith Camp ini mengambil tema “Tolerance in Diversity for a World Harmony (Toleransi dalam Keanekaragaman untuk ASEAN dan Keharmonisan Dunia)”.

Tujuannya adalah untuk mengenalkan konsep Islam nusantara di ASEAN serta negara-negara mitra ASEAN, dengan harapan konsep Islam sebagai "Rahmatan lil 'alamin” bisa diterapkan di berbagai negara sesuai dengan kondisi riil masyarakat di negara masing-masing, juga untuk mengetahui konsep anak muda dari berbagai negara terkait kedamaian dan toleransi. (Kominfo/Jd)