Wisuda Stikes Pemkab Jombang, Bupati Berharap Para Alumni Beri Kontribusi Terhadap Pemerintah Daerah

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Senin, 02 Oktober 2017

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pemkab Jombang, Jawa Timur, menggelar acara wisuda bagi ratusan mahasiswa yang telah merampungkan masa studinya. Prosesi wisuda tersebut digelar di Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (30/9/2017).

Budi Nugraha Ketua Stikes Pemkab Jombang mengungkapkan, mahasiswa dan mahasiswi yang melaksanakan wisuda pada edisi kali ini berjumlah 274 mahasiswa. “Wisuda kali ini diikuti oleh 274 mahasiswa yang terdiri dari Prodi Profesi Ners, S1 Keperawatan, D3 Keperawatan dan D3 Kebidanan,” katanya.

Saat mengawali sambutan, Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko menyampaikan selamat atas terselenggaranya prosesi wisuda STIKES Pemkab Jombang. Ia berharap ilmu dan pengetahuan para mahasiswa yang telah diwisuda bisa bermanfaat bagi setiap individunya serta masyarakat luas. 

“Selamat sudah diwisuda. Semua tahapan telah dilakukan dan tinggal melangkah pada tahapan selanjutnya. Semoga ilmu yang diperoleh selama ini bermanfaat,” ujarnya.

            

Sebagai Kepala Daerah di Kabupaten Jombang, Bupati Nyono juga berharap para mahasiswa dan mahasiswi STIKES Pemkab Jombang yang telah merampungkan masa studinya, bisa memberi kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya pada bidang kesehatan.

Kontribusi tersebut, jelas Bupati Jombang, bisa dilakukan melalui pengabdian di rumah sakit di Jombang, baik rumah sakit milik daerah ataupun rumah sakit swasta. Peran dari lulusan STIKES Pemkab Jombang, paparnya, memang menjadi harapan utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Jombang ke depan.

“Harapan pemerintah daerah ingin supaya nantinya, rumah sakit-rumah sakit daerah maupun swasta, tenaga-tenaganya diambilkan dari lulusan STIKES Pemkab Jombang ini,” ujar Nyono.

Di sisi lainnya, Bupati Nyono mendorong STIKES Pemkab Jombang untuk melakukan terobosan-terobosan baru guna meningkatkan bidang akademiknya. Menurutnya, hal ini penting dilakukan sebab ilmu kesehatan potensi terus berkembang.  “Kita inginkan bidangnya ditambah lagi, mungkin kemasyarakatan dan lain sebagainya,” tuturnya. (Kominfo)