Nominator Penerima Nirwasita Tantra Award, Bupati Nyono Paparkan Program Lingkungan Hidup

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Kamis, 06 Juli 2017

Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko paparkan program pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Jombang dalam penilaian tahap akhir sebagai calon penerima penghargaan Nirwasita Tantra Award 2017. Pada tingkat kabupaten, Jombang bersama  11 Kabupaten lain diantaranya Tulungagung, Malang, Dharmasraya, Lumajang, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, Lamongan, Sukoharjo, Madiun, Pesisir Selatan dan Sleman.

Ini adalah pertama kalinya Kabupaten Jombang masuk sebagai nominator Nirwasita Tantra Award untuk tingkat kabupaten melalui program yang menjadi bidang garapan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI terkait pengelolaan lingkungan.

Sebagai nominator penerima penghargaan ini, Bupati Jombang harus melakukan paparan/presentasi dihadapan tim independent yang berjumlah 8 Orang yang terdiri dari unsur Akademisi, LSM, media dan Kementrian, Rabu (5/7/17) di Gedung Rimbawan II Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta.

Dalam paparan yang berjalan sekitar 2 Jam tersebut, Bupati Nyono hanya diberi waktu 20 menit untuk memberikan paparan, selanjutnya adalah sesi tanya jawab/wawancara. 8 Juri Independen yang mayoritas Profesor ini secara bergantian memberikan pertanyaan yang harus dijawab oleh Bupati Nyono.

 “Selamat Pak Bupati, anda termasuk yang terpilih menjadi nominator penerima penghargaan ini. Dari seluruh Indonesia, pada tahap satu terpilih 109 Kabupaten. Dan sekarang hanya tinggal 12 kabupaten, semoga Pak Bupati Jombang yang terpilih menjadi yang terbaik,”Ujar Dr.Suhaeri, salah satu juri independen sebelum Bupati Nyono mengawali paparan.

Dikatakan Dr.Suhaeri seorang akademisi bidang lingkungan hidup ini, penilaian dimulai sejak awal Juni 2017 lalu. Tahapan dimulai dari dokumen kinerja pengelolaan lingkungan hidup. Dan dilanjutkan presentasi dan wawancara di hadapan tim penilai dari Kementrian LHK.

Dalam paparannya, Bupati Nyono diantaranya menyampaikan tentang suksesnya Jombang mengelola tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Banjardowo, menjadi kawasan TPA yang bersih, hijau, penuh pohon dan tidak berbau. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga sungai dan lingkungan hidup yang ada di Jombang juga disampaikan oleh Bupati Nyono di hadapan para Juri.

“Di Jombang masalah lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun masyarakat maupun komunitas juga aktif dalam menjaga lingkungan tetap bersih, salah satunya kita punya komunitas santri jogo kali,”ungkapnya.

Dihadapan para juri, Bupati Nyono juga menyatakan komitmennya dalam melestarikan lingkungan hidup. Menurutnya, bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup pihaknya memiliki komitmen tinggi untuk melestarikan lingkungan hidup demi kesejahteraan masyarakat

Nirwasita Tantra Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bagi kepala daerah yang berkomitmen tinggi terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Penghargaan ini merupakan penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan yang akan diumunkan pada peringatan hari lingkungan hidup.

Dalam penilaian tahap akhir ini, ada 8 provinsi dan 8 Kota serta 12 kabupaten yang masuk tahapan wawancara. Sebelumnya sebanyak 24 provinsi, 40 kota dan 109 kabupaten yang mengikuti tahapan penilaian ini.

Setelah penilaian wawancara dan presentasi di depan tim penilai independen, selanjutnya akan ditentukan siapa yang berhak menjadi jawara. Juara pertama Penghargaan Nirwasita Tantra mendapatkan piala bergilir yang dikompetisikan setiap tahun bagi seluruh Daerah di seluruh Indonesia.

 “Alhamdulillah, tadi saya sudah memaparkan program lingkungan hidup yang selama ini berjalan di Jombang. Mohon doa untuk seluruh masyarakat Jombang agar penghargaan ini dapat kita raih,”harap Bupati Nyono usai selesaainya presentasi. (Jodi/Kominfo)