Jombang Borong Juara Pada Event Forikan Jatim 2016

  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Minggu, 20 Nopember 2016

Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si menyerahkan sejumlah hadiah pada pemenang  pada event Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Baku Ikan Tingkat Pelajar dan Masyarakat di Imperial Ballroom Pakuwon Golf and Family Club Surabaya, Rabu (16/11).

Untuk pemenang lomba yel-yel, Juara I diraih SMK Al Zumar, Grobogan Mojowarno – Jombang. , Juara II diraih SMK 4 Probolinggo, dan Juara 3 adalah SMK N 2 Jombang. Untuk Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Baku Ikan ini, Juara I diraih SMK N 1 Kab. Madiun, Juara II diraih Kab. Pasuruan, Juara III diraih Kab. Ngawi, Juara Harapan I Kab. Jombang, dan Juara Harapan 2 Akademi Gizi Surabaya.

Lomba kuliner berbahan baku ikan tingkat pelajar dan mahasiswa ini diikuti peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa dari beberapa kab/kota di Jatim. Selain lomba inovasi kuliner, dalam acara ini juga diselenggarakan lomba yel-yel yang diikuti pelajar/mahasiswa dan juga diramaikan dengan stand produk perikanan dan kelautan Jatim.

Istri Gubernur Jawa Timur Soekarwo ini mengatakan bahwa Sumber protein dan vitamin yang terkandung dalam ikan sangat baik untuk kesehatan manusia, terutama kecerdasan anak. Dimana, 80 persen kecerdasan dan pertumbuhan anak sangat ditentukan pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, termasuk sejak masih dalam kandungan. “Untuk itu, kepada semua masyarakat Jatim terutama ibu-ibu, agar membiasakan diri untuk rutin mengkonsumsi ikan sejak hamil hingga menyusui”, tutur Nina Soekarwo.

Bude Karwo, sapaan akrabnya menambahkan, pemahaman pentingnya mengonsumsi ikan bagi kesehatan tubuh manusia perlu terus disosialisasikan di seluruh Jatim, terutama bagi ibu-ibu. Untuk itu, Forikan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Jatim terus berinovasi melakukan kegiatan yang bertujuan meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat. “Kami mendorong ibu-ibu sejak hamil sampai menyusui 2 tahun untuk rutin mengonsumsi ikan.  Ini sangat baik untuk pertumbuhan otak anak, yakni membentuk kecerdasan mereka. Kalau ibu-ibu di Jatim mengkonsumsi ikan dengan baik, anak-anak akan tumbuh pintar. Sehingga ke depannya masyarakat Jatim menjadi pintar dan perekonomian kita meningkat,” tandasnya.

Nina Soekarwo juga menyampaikan, dari tahun ke tahun tingkat konsumsi ikan di Jatim terus meningkat, akan tetapi masih kalah dengan nasional. “Kami melihat angka konsumsi ikan di Jatim sangat bervariatif, sudah ada peningkatan tapi masih di bawah tingkat nasional. Di Jatim ini progresnya baik sekali, dari dulu yang hanya 16 kg per kapita/tahun, kini sudah meningkat menjadi 34 kg per kapita/tahun. Tapi ini masih di bawah tingkat nasional,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Jatim ini.

Di Jatim sendiri, menurutnya, punya potensi luar biasa terkait produksi ikan. Di pantai selatan Jatim punya potensi ikan tangkap sebesar 60 persen dan 40 persennya nya di pantai utara. Akan tetapi, di wilayah pantai selatan yang seharusnya punya potensi tangkap ikannya 60 persen, saat ini baru menghasilkan 30 persen. Sebagian besar masih menghasilkan ikan budidaya.

“Ini kenapa di pantai utara yang potensi ikan tangkapnya 40 persen, tapi bisa menghasilkan 70 persen dari keseluruhan potensi ikan di Jatim. Termasuk di beberapa daerah seperti Pacitan, Tulungagung dan Kediri yang masih rendah tingkat konsumsi ikan, padahal potensi tangkap ikannya 60 persen Pakde Karwo (Gubernur Jatim) juga titip pesan bahwa negara kita yang merupakan negara maritim harus bisa meningkatkan hasil ikan tangkapnya, terutama di Jatim,” kata isteri orang nomer satu di Jatim.

Dicontohkannya bahwa konsumsi ikan di negara Jepang sangat tinggi. Mulai makanan pembuka sampai makanan penutup semua menggunakan ikan, dan hasilnya sebagian besar masyarakat Jepang cerdas. “Di Jepang yang banyak mengonsumsi ikan, Usia Harapan Hidup (UHH) perempuan 82 tahun, kalau kita disini masih sekitar 60 tahun untuk perempuan. Ini sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimakan,” ujarnya.

Dengan menggelar Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Baku Ikan ini sangat baik sebagai upaya menyosialisasikan gemar makan ikan. Disnakan Jatim bersama Forikan dan berbagai elemen yakni pelajar dan mahasiswa berupaya meningkatkan konsumsi ikan dengan berinovasi kuliner.

Ketua Forikan Kabupaten Jombang, Ir. Hj. Tjaturina Wihandoko, MM , menyampaikan ucapan selamat, terima kasih sekaligus apresiasi kepada pelajar Kabupaten Jombang yang berhasil meraih juara di Tingkat Jawa Timur tersebut.

Menurutnya semua elemen masyarakat harus terlibat dalam gerakan makan ikan, mulai dari  rumah dan sekolah. Kegiatan seperti ini sangat baik sebagai bagian dari inovasi untuk terus meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.  Sekaligus memberikan edukasi yang luar biasa. “ Saya bangga melihat para pelajar wakil Jombang yang dengan penuh semangat menunjukkan kreatifitas dan keahlian berinovasi masakan kuliner. Semoga keterampilan ini bisa dikembangkan dengan mengajak anggota keluarga dan orang terdekat untuk selalu makan ikan,”tuturnya.

Istri Bupati Jombang ini berpesan kepada anak-anak, pelajar, mahasiswa juga para orangtua untuk meningkatkan konsumsi makan ikan agar sehat, cerdas, dan kuat sehingga mampu menyesuaikan terhadap setiap perubahan.

Kegiatan Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Baku Ikan tersebut  memperingati Gebyar Hari Ikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 November. Lomba ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi menu makanan ikan, mempromosikan masakan ikan kepada masyarakat, mendukung upaya Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), serta mendukung tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif berbasis masakan atau kuliner hasil laut. (Wati_Humas Jombang)