Bencana bersifat antroposentris
• Tolak ukur bencana adalah kemanusiaan (humanity), bukan alam (natural)
• Bencana sangat terkait dengan manusia dan komunitasnya dalam menghadapi ancaman bahaya alam.
• Jika proses alam tidak mengancam jiwa / kehidupan manusia, maka fenomena alam itu sekedar peristiwa biasa.
• Proses alam selalu terjadi, tetapi akar penyebab bencana adalah kerentanan yang diciptakan sendiri oleh manusia atau komunitas.
• Kejadian alam mungkin berlangsung cepat atau mendadak, tetapi bencana merupakan akibat dari sifat kemanusiaan (pengambilan keputusan, perilaku, nilai-nilai dan kegiatan-kegiatan) yang berlangsung dalam jangka panjang
Jenis-jenis Bencana
• Bencana Kebumian – Geohazard (alam)
Gempabumi, letusan gunungapi, tsunami
• Bencana Atmosfer – Atmoferik Hazard (alam)
Badai panas, badai hujan, badai salju
• Bencana akibat kegiatan manusia (buatan)
perang, pencemaran lingkungan (air, tanah, udara), kemacetan lalu lintas, kebakaran hutan, dsb.
• Kombinasi (manusia dan alam)
Banjir, tanah longsor (longsoran),pemanasan global
Apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi bencana alam kebumian?
• Pemetaan zona patahan aktif, maupun yang pasif
• Memperhitungkan aspek bencana geologi dalam perencanaan tata ruang
• Menerapkan building code / standard bangunan dengan ketat
• Pendidikan kebencanaan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekeolah menengah umum
• Memberdayakan / meningkatkan peran satkorlak bencana di tingkat kabupaten
|