MENGAPA
Penyalahgunaan Narkoba kiranya dilatarbelakangi oleh berbagai motivasi.
Adapun motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika ternyata menyangkut
motivasi yang berhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang
mengenai aspek fisik, emosional, mental-intelektual dan interpersonal.
Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan
penyalahgunaan zat, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan
kondisi penyalahgunaan zat yaitu faktor sosiokultural seperti di bawah ini; dan
ini merupakan suasana hati menekan yang mendalam dalam diri remaja; antara lain:
- Perpecahan unit keluarga misalnya perceraian, keluarga yang
berpindah-pindah, orang tua yang tidak ada/jarang di rumah dan sebagainya.
- Pengaruh media massa misalnya iklan mengenai obat-obatan dan zat.
- Perubahan teknologi yang cepat. Kaburnya nilai-nilai dan sistem
agama serta mencairnya standar moral; (hal ini berarti perlu pembinaan Budi
Pekerti - Akhlaq)
- Meningkatnya waktu menganggur. Ketidakseimbangan keadaan ekonomi
misalnya kemiskinan, perbedaan ekonomi etno-rasial, kemewahan yang membosankan
dan sebagainya.
- Menjadi manusia untuk orang lain.
- Tergiur faktor Finansial effek
- Faktor ingin mencoba.
- Faktor salah pergaulan
- Faktor Mental depresi misal karena frustasi dan kecewa masalah
pekerjaan, frustasi karena broken hearth.
- Faktor tingkat keimanan
- Kurang percaya diri, merasa tidak mampu
- Mudah merasa bosan, jenuh
- Kecemasan, depresi, tidak mampu menghadapi stress
- Untuk bergembira/ hura-hura
- Mudah dipengaruhi kawan
- Rasa ingin tahu yg tinggi untuk mendapatkan pengalaman baru dan sensasi
- Ikut-ikutan teman karena takut kena ejekan, misalnya tidak macho, seperti band dan sebagainya.
- Solidaritas kelompok
- karena takut kena tekanan dan anggota kelompok.
- Ingin menonjol dengan tampil berani.
- Menghilangkan rasa bosan dan stress karena menganggap Narkoba dapat menyelesaikan masalah.
- Keingin untuk berontak terhadap kekuasaan orang tua
- Mudah mendapatkan narkoba
Adanya faktor-faktor sosial kultural seperti yang dikemukakan di atas akan
mempengaruhi kehidupan manusia dan dapat menimbulkan motivasi tertentu untuk
mamakai zat. Pengaruh ini akan terasa lebih jelas pada golongan usia remaja,
karena ditinjau dari sudut perkembangan, remaja merupakan individu yang sangat
peka terhadap berbagai pengaruh, baik dari dalam diri maupun dari luar dirinya
atau lingkungan