Home » Artikel dan Berita » Warta Jombang

Santai Di Gubug Tani , Wabup Sumrambah Dialog Sambung Rasa Dengan Para Petani

Santai Di Gubug Tani , Wabup Sumrambah Dialog Sambung Rasa Dengan Para Petani

Pemkab Jombang terus berupaya untuk mengembangkan pertanian maupun ketahanan pangan di Kabupaten Jombang mulai dari kualitas lahan pertanian, sarana dan prasarana produksi pertanian juga Sumber Daya Manusia (SDM) petani itu sendiri.
 
Maka pada Kamis (6/12/18) di Gubuk Tani Poktan Desa Kayen Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Wakil Bupati Jombang Sumrambah melakukan dialog dengan para petani maupun gapoktan Kecamatan Bandar Kedungmulyo dengan konsep SAMBUNG RASA (sambang lumbung menuju masyarakat sejahtera).
 
Tak sendiri, Wabup ditemani Kepala Dewan Ketahanan Pangan Jombang, Kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Para kepala OPD terkait.
 
Sekedar diketahui saat ini terdapat 42 gubug disetiap desa. Sebagai wahana tempat kumpul bersama. Harapan dari dialog ini adalah agar para petani maupun gapoktan dapat menyampaikan aspirasi mulai dari bagaimana memperbaiki kualitas tanah agar dapat kembali subur.
 
Bagaimana lumbung dapat berfungsi secara optimal dan bagaimana produksi pertanian utamanya padi dapat diproduksi dan dipasarkan dalam mendukung kebutuhan pangan di Kabupaten Jombang juga menjadi bahasan disini.
 
Selain itu, kegiatan yang digelar dengan penuh keakraban ini membahas  bagaimana poktan, gapoktan dapat mendukung program BPNT di Kabupaten Jombang, sehingga dapat memberikan daya ungkit bagi ekonomi masyarakat.
 
“Kualitas produksi harus tetap dijaga karena dengan kualias yang terjaga maka masyarakat juga akan dapat memberikan kepercayaan yang baik kepada poktan maupun gapoktan,”Pesan Wabup Sumrambah pada para petani.

 
Wabup mengatakan permasalahan pangan menjadi pondasi bagi ketahanan negara, karena dengan terjaganya cadangan pangan otomatis dapat meminimalisir kerawanan pangan dan harga pangan juga akan dapat terjaga secara baik,
 
“Dan Saya ingin agar kebutuhan pangan utamanya beras tidak diatas harga eceran tertinggi,”pintanya.
 
Pada dialog sambung rasa ini, Wabup juga banyak menerima aspirasi dari para petani, diantaranya usulan jalan usaha tani maupun ketersedian air irigasi melalui normalisasi sungai.
 
Sedangkan terkait dengan tidak sinkronnya agen e-warung antara agen 46 dengan rekomendasi TKSK maupun kepala desa, Wabup berjanji akan segera melakukan koordinasi.
 
“Jangan sampai masyarakat yang jadi korbannya, karena yang seharusnya jadi agen e warung adalah masyarakat di desa yang benar benar memiliki warung bukan yang lain, sedangkan untuk kualitas beras agar dapat terjaga maka gabah yang digiling juga memenuhi standart gabah kering giling,”pungkasnya. (Hms/Kominfo)